Spiagge Bianche, Pantai Putih Cantik yang Berbahaya
Spiagge Bianche, Pantai Putih Cantik yang Berbahaya
JAWADOMINO.COM, Pasir putih yang cantik di Spiagge Bianche atau Pantai Putih yang terletak di kota Rosignano Solvay telah lama menarik perhatian dan minta para turis untuk datang berkunjung. Sayangnya, banyak dari turis yang datang berkunjung dan berenang tak menyadari bahaya di balik pemandangan cantik di Spiagge Bianche.
Seperti dilansir Amusing Planet, pasir putih yang terhampar di sepanjang Spiagge Bianche pada dasarnya bukan pasir yang alami. Pasir 'cantik' tersebut sebenarnya merupakan limbah kimia yang berasal dari pabrik kimia Solvay yang terletak persis di dekat pantai.
Solvay merupakan perusahaan yang didirikan pada 1846 oleh industrialis dan politikus Ernest Solvay. Kemudian pada 1912, Solvay mendirikan pabrik kimia pertama dan terbesarnya di dekat kota Rosignano Marittimo. Seiring dengan perkembangan pabrik Solvay di sana, berdiri pula perumahan, jalanan hingga tempat rekreasi sehingga kota tersebut menjadi kota baru yang dinamai dengan Rosignano Solvay.
Pabrik kimia solvay di Rosignano Solvay memproduksi banyak bahan kimia dasar seperti sodium carbonate, bicarbonate, hydrogen peroxide, calcium chloride, dan chlorine. Produk utama pabrik kimia ini, sodium carbonate atau soda abu, diproduksi melalui sebuah metode bernama Proses Solvay yang ditemukan oleh Ernest Solvay sendiri dan kini menjadi banyak digunakan dalam industri untuk memproduksi sodium carbonate.
Proses Solvay ini menghasilkan produk sampingan berupa campuran antara kalsium klorida dan batu kapur. Sejak puluhan tahun lalu, produk sampingan ini dibuang oleh pabrik Solvay ke laut. Akibat yang paling terlihat dari tindakan ini ialah pasir putih 'cantik' yang terhampar di pantai Spiagge Bianche yang berada dalam area kompleks perindustrian Solvay.
Hanya saja, pemandangan bak 'surga dunia' itu hanya ilusi karena limbah campuran kalsium klorida dan batu kapur pada dasarnya merupakan zat-zat kimia beracun seperti merkuri, arsenik, kadmium, kromium, timah dan amonia. Zat-zat kimia ini tidak hanya berbahaya bagi binatang tetapi juga manusia. Maka dari itu, laporan United Nations Environment Programme pada 1999 'menobatkan' Spiagge Bianche sebagai salah satu dari 15 situs pesisir paling tercemar di Lautan Mediterania.
Pada periode 2008-2010, angka kematian di kota tempat Solvay beroperasi juga lebih tinggi di bandingkan rata-rata angka kematian regional. Peningkatan sebesar 2,2 persen terlihat pada pria dan 8,3 persen pada wanita. Di samping itu, frekuensi kasus tumor dan kematian dini di bawah 65 tahun di daerah tersebut juga diketahui di atas rata-rata.
Di tengah ancaman bahaya tersebut, sayangnya tidak begitu banyak upaya peringatan yang diberikan kepada warga sekitar maupun turis. Pantai cantik Spiagge Bianche yang menjadi tempat pembuangan limbah bahkan tidak memiliki tanda yang menjelaskan kepada turis mengenai situasi pantai tersebut yang sebenarnya. Sebaliknya, Spiagge Bianche justru dipromosikan sebagai situs wisata yang aman untuk berenang dan berjemur. Tiap tahun, pantai ini bahkan mendapat penghargaan The Blue Flag yang sepatutnya didapatkan oleh pantai dan pelabuhan yang memenuhi standar kebersihan yang ketat dan kualitas.
Oleh karena itu, aktivis lokal mengibarkan bendera perang kepada perusahaan multinasional tersebut. Hanya saja, adanya kepentingan ekonomi dan birokrasi yang rumit membuat aktivis cukup sulit untuk berada dalam pengawasan. Pada 2003 lalu, Solvay telah setuju untuk mengurangi pembuangannya hingga 70 persen dan menghilangkan merkuri dari limbah mereka. Namun banyak pihak yang menganggap Solvay lalai dalam menjalani komitmen tersebut.
JAWADOMINO.COM, Pasir putih yang cantik di Spiagge Bianche atau Pantai Putih yang terletak di kota Rosignano Solvay telah lama menarik perhatian dan minta para turis untuk datang berkunjung. Sayangnya, banyak dari turis yang datang berkunjung dan berenang tak menyadari bahaya di balik pemandangan cantik di Spiagge Bianche.
Seperti dilansir Amusing Planet, pasir putih yang terhampar di sepanjang Spiagge Bianche pada dasarnya bukan pasir yang alami. Pasir 'cantik' tersebut sebenarnya merupakan limbah kimia yang berasal dari pabrik kimia Solvay yang terletak persis di dekat pantai.
Solvay merupakan perusahaan yang didirikan pada 1846 oleh industrialis dan politikus Ernest Solvay. Kemudian pada 1912, Solvay mendirikan pabrik kimia pertama dan terbesarnya di dekat kota Rosignano Marittimo. Seiring dengan perkembangan pabrik Solvay di sana, berdiri pula perumahan, jalanan hingga tempat rekreasi sehingga kota tersebut menjadi kota baru yang dinamai dengan Rosignano Solvay.
Pabrik kimia solvay di Rosignano Solvay memproduksi banyak bahan kimia dasar seperti sodium carbonate, bicarbonate, hydrogen peroxide, calcium chloride, dan chlorine. Produk utama pabrik kimia ini, sodium carbonate atau soda abu, diproduksi melalui sebuah metode bernama Proses Solvay yang ditemukan oleh Ernest Solvay sendiri dan kini menjadi banyak digunakan dalam industri untuk memproduksi sodium carbonate.
Proses Solvay ini menghasilkan produk sampingan berupa campuran antara kalsium klorida dan batu kapur. Sejak puluhan tahun lalu, produk sampingan ini dibuang oleh pabrik Solvay ke laut. Akibat yang paling terlihat dari tindakan ini ialah pasir putih 'cantik' yang terhampar di pantai Spiagge Bianche yang berada dalam area kompleks perindustrian Solvay.
Hanya saja, pemandangan bak 'surga dunia' itu hanya ilusi karena limbah campuran kalsium klorida dan batu kapur pada dasarnya merupakan zat-zat kimia beracun seperti merkuri, arsenik, kadmium, kromium, timah dan amonia. Zat-zat kimia ini tidak hanya berbahaya bagi binatang tetapi juga manusia. Maka dari itu, laporan United Nations Environment Programme pada 1999 'menobatkan' Spiagge Bianche sebagai salah satu dari 15 situs pesisir paling tercemar di Lautan Mediterania.
Pada periode 2008-2010, angka kematian di kota tempat Solvay beroperasi juga lebih tinggi di bandingkan rata-rata angka kematian regional. Peningkatan sebesar 2,2 persen terlihat pada pria dan 8,3 persen pada wanita. Di samping itu, frekuensi kasus tumor dan kematian dini di bawah 65 tahun di daerah tersebut juga diketahui di atas rata-rata.
Di tengah ancaman bahaya tersebut, sayangnya tidak begitu banyak upaya peringatan yang diberikan kepada warga sekitar maupun turis. Pantai cantik Spiagge Bianche yang menjadi tempat pembuangan limbah bahkan tidak memiliki tanda yang menjelaskan kepada turis mengenai situasi pantai tersebut yang sebenarnya. Sebaliknya, Spiagge Bianche justru dipromosikan sebagai situs wisata yang aman untuk berenang dan berjemur. Tiap tahun, pantai ini bahkan mendapat penghargaan The Blue Flag yang sepatutnya didapatkan oleh pantai dan pelabuhan yang memenuhi standar kebersihan yang ketat dan kualitas.
Oleh karena itu, aktivis lokal mengibarkan bendera perang kepada perusahaan multinasional tersebut. Hanya saja, adanya kepentingan ekonomi dan birokrasi yang rumit membuat aktivis cukup sulit untuk berada dalam pengawasan. Pada 2003 lalu, Solvay telah setuju untuk mengurangi pembuangannya hingga 70 persen dan menghilangkan merkuri dari limbah mereka. Namun banyak pihak yang menganggap Solvay lalai dalam menjalani komitmen tersebut.
Post a Comment