Header Ads

Image and video hosting by TinyPic

Air Terjun Niagara Berpenampilan Warna Baru

Air Terjun Niagara Berpenampilan Warna Baru

Air Terjun Niagara Berpenampilan Warna Baru

JAWADOMINO.COM : NIAGARA Falls, tiga air terjun megah yang memben­tang antara perba­tasan Kana­da dan Ame­rika Serikat (AS) kini bisa dilihat pada malam hari tidak seperti sebelumnya. Terinspirasi dari kunjung­­an Nik Wallenda tahun 2015 dari nama keluarga Flying Wal­lenda, yang pernah ber­aksi di atas air terjun dengan berjalan menggunakan seutas kabel saja, sebuah sistem pencahayaan baru mengganti 21 lampu halogen yang dipa­sang 20 tahun lalu dengan 12.300 lampu LED.
"Wallenda membawa se­gala macam lampu. Kami kira akan sangat luar biasa jika Niagara tampak seperti itu tiap waktu," ujar Mark Thomas, kepala Niagara Falls Illumination Board, badan yang telah berdiri sejak 91 tahun yang lalu - yang me­ngawasi pembiayaan dan pemeliharaan pencahayaan Air Terjun Horseshoe dan American.
Ratusan orang berkumpul di malam yang dingin dan hujan pada 1 Desember lalu untuk menyaksikan pesona lampu itu, dengan air terjun yang tiba-tiba 'menyala' dari ke­gelapan dengan warna biru, oranye, merah muda, merah, dan warna-warna pelangi lainnya.
Cahaya putih yang memu­kau secara dramatis menem­bus kabut, menyinari air ter­jun seperti siang hari. Festival malam dimulai dengan musik dan diakhiri dengan kembang api. "Saya rasa ini menak­jubkan; ini seperti warna warni yang mengalir dengan air," jelas Stephanie Herbert dari Toronto.
Roger Prior of Windsor dari Inggris, belum mengun­jungi air terjun ini dalam 35 tahun terakhir. Dia terpesona dengan pertunjukan itu. "Sangat layak untuk tinggal semalaman melihat lampu-lampu itu," tandasnya.
Kegelapan yang menye­limuti The Falls sebelum pertunjukan perdana penca­hayaan baru itu menjadi pe­ngingat bahwa tidak selalu mustahil untuk menikmati peman­dangan air mengalir itu di malam hari.
Warna lampu bisa bergan­ti-ganti mem­peringati sesua­tu, misalnya warna pelagi ini ketika pernikahan sesama jenis dile­galkan di AS. Atau ketika Ratu Elisabeth II berulang tahun. The Falls pertama kali diberi pencahayaan pada 14 September 1860 dengan 200 suar. Acaranya: menyam­but kunjungan Prince of Wales Edward VII, anak laki-laki tertua Ratu Victoria.
Baru pada tahun 1925 lampu permanen dipasang di Niagara Falls. Sejak itu, The Falls jarang berada dalam kegelapan, kecuali sebagai upaya penghematan energi selama Perang Dunia II.
Pemerintah AS dan Kana­­da serta lemba­ga pariwisata di dua wilayah ikut mendanai proyek US$3 juta (Rp 40 miliar) ini, ber­harap bahwa atraksi ini akan menarik mi­nat pengunjung baru dan lama, serta mem­perpanjang masa tinggal mereka di sana.
Pertunjukan ini tidak ha­nya lebih cerah dan berwarna, tetapi juga menghemat  energi 60%. Sistem baru juga bisa dise­suaikan, sehingga lampu bisa diarahkan lebih tepat dan meningkatkan keseragaman pencahayaan di semua air terjun.
Merah, hijau, biru, dan putih bisa dikombinasikan untuk menciptakan ragam warna yang tak terhingga dari LED yang bisa digunakan hingga 25 tahun itu. "Ini merupakan cara lain untuk me­lihat The Falls," terang Thomas. (bbc/es)

Tidak ada komentar