Header Ads

Image and video hosting by TinyPic

Tradisi dan Kesibukan Menyambut Imlek

Tradisi dan Kesibukan Menyambut Imlek

Tradisi dan Kesibukan Menyambut Imlek

JAWADOMINO.COM : TAHUN Baru Imlek juga di­kenal sebagai Festival Musim Semi, merupakan pesta tradisio­nal ter­penting di Tiongkok. Perayaan ini juga merupakan perayaan yang paling penting bagi seluruh keluarga dan merupakan hari libur resmi selama sepekan di Tiong­kok. Ada beberapa hal yang menarik tentang Tahun Baru Imlek :
Tanggal Tahun Baru Imlek bukan jatuh pada tanggal 1 Januari. Tahun Baru Imlek 2017 jatuh pada hari Sabtu tanggal 28 Januari.  Di tahun 2017 ini, libur Festival Musim Semi dimulai dari tanggal 27 Januari hingga 2 Februari.
Tahun 2017 merupakan tahun ayam, sesuai dengan siklus 12 shio di dalam chinese zodiac. Yang termasuk tahun ayam adalah : … 1921, 1933, 1945, 1957, 1969, 1981, 1993, 2005, 2017… Jika Seseorang lahir di salah satu tahun tersebut, maka shio-nya adalah ayam. Setiap shio dimulai tepat pada hari pertama tahun baru.
Tahun Ayam dipercaya sebagai tahun yang paling tidak me­ngun­tungkan bagi yang dilahirkan pada tahun tersebut.
Yang menarik lagi, Tahun Baru Imlek dirayakan memiliki makna yang istimewa.
Walaupun ada banyak legenda dan cerita menarik yang menje­laskan awal mula dirayakannya Festival Tahun Baru Imlek, terdapat 2 alasan yang utama yaitu:
Merayakan hasil kerja keras selama setahun, mengambil waktu beristirahat dan bersantai bersama keluarga. Berharap akan keberun­tungan dan kesejahteraan di tahun menda­tang.
Masyarakat Tiongkok percaya bah­wa awal yang baik di tahun yang ba­ru akan membawa keberuntu­ngan. Menurut tradisi, masyarakat Ti­ongkok merayakan tahun yang baru sebagai awal tahun bercocok ta­nam, dan berharap akan hasil pa­nen yang melimpah (saat itu mayo­ritas penduduk adalah petani).
Namun seiring perkembangan jaman, masyarakat disana mera­yakan tahun yang baru sebagai awal tahun berbisnis dan berharap bisa memperoleh keuntungan dan ke­suk­sesan dalam berbagai bidang.
Menurut tradisi, perayaan yang paling utama adalah reuni bersama seluruh anggota keluarga, berkum­pul untuk makan malam bersama, memberikan ang­pau (amplop me­rah), kembang api, baju baru dan dekorasi. Sedangkan perayaan yang lebih modern adalah menonton acara perayaan Imlekenyuguhkan acara seperti ini), mengirim ucapan selamat melalui pesan singkat dan sebagainya.
Pesta buat keluarga, berkumpul dan menikmati waktu bersama keluarga
Tahun Baru Imlek merupakan saat yang tepat bagi keluarga untuk berkumpul bersama. Di mana pun mereka berada, orang akan mudik/pulang kampung untuk merayakan pesta ini bersama keluarga terdekat.
Makan malam di Malam Tahun Baru disebut sebagai “makan ma­lam reuni”, dan dipercaya meru­pakan santapan terpenting di sepan­jang tahun. Keluarga besar dari be­berapa generasi duduk mengelilingi meja bundar, menikmati makanan dan menghabiskan waktu bersama.
Gedung, rumah dan jalanan dihias dengan pernak pernik ber­warna merah.
Setiap jalan, gedung, dan rumah dimana Tahun Baru Imlek diraya­kan, semuanya dihias de­ngan warna merah. Merah merupakan warna dominan dari pesta ini, dan di­perca­ya sebagai warna keberuntungan.
Lampion merah tergantung di jalan-jalan; untaian kertas merah berisi sajak ditempelkan pada pintu-pintu, bank dan gedung perkantoran dihias dengan lukisan Tahun Baru berwarna merah yang menggam­barkan kemakmuran.
Menurut tradisi, kebanyakan dekorasi tersebut sudah harus disiapkan sebelum malam tahun baru.
Berhubung tahun 2017 ini adalah tahun ayam, hiasan yang berhu­bungan dengan ayam akan sa­ngat dominan dan lebih banyak meng­hiasi, seperti boneka ayam merah untuk anak-anak dan lukisan Tahun Baru dengan gambar ayam.
Di sejumlah negara di luar Ti­ong­kok, imlek umumnya hanya terasa di kota-kota besar, di kawasan pecinan dan pusat-pusat perbelan­jaan.
Kegiatan budaya untuk me­nyambut Tahun Baru Imlek. Ada banyak kegiatan budaya yang dia­dakan selama pesta ini. Di dae­rah pedesaan dan kota-kota kecil pera­yaannya lebih tradisional diban­ding­kan dengan di kota-kota besar, seperti menyalakan petasan, sem­bahyang leluhur, dan tarian barong­sai serta naga. Menyalakan kem­bang api lazim dilakukan selama Festival Musim Semi di seluruh pelosok Tiongkok.
Pada beberapa hari menjelang Imlek, sebagian kelenteng biasa­nya mengadakan acara bazar, se­perti menampilan atraksi tarian tra­disional Tiongkok, atraksi barong­sai, naga, dan singa (peking sai).
Berbagai macam hasil produk tradisional dan makanan ringan yang unik (seperti kue keranjang) yang jarang ditemukan di sepanjang tahun, semua ditawarkan di sini. Umumnya acara di kelenteng akan berlangsung sejak beberapa hari menjelang tahun baru hingga Festival Lampion.
Memberikan angpau untuk me­ne­ruskan harapan baik. Seperti halnya Natal di negara2 Barat, dimana orang akan saling bertukar hadiah selama Festival Musim Semi. Hadiah yang paling umum adalah angpau.
Angpau yang berisi uang di dalamnya, diberikan kepada anak-anak dan kepada para senior (yang telah pensiun). Bukan hal yang umum memberikan angpau kepada orang dewasa (yang masih bekerja), kecuali diberikan oleh majikan kepada karyawan.
Angpau digunakan dengan hara­pan memberi keberuntungan (sama seperti uang) kepada si penerima. (tic/ar)

Tidak ada komentar